Jakarta – Akademi Militer (Akmil) menggelar upacara peringatan ke-77 tahun Pertempuran Plataran pada 24 Februari 2026 di Monumen Plataran, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai perjuangan kepada para taruna sebagai calon perwira TNI Angkatan Darat.
Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Tilaar menegaskan bahwa peringatan tersebut tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat pengorbanan, patriotisme, dan nasionalisme.
Menurutnya, pembelajaran sejarah di Akmil tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diinternalisasikan melalui program Pembinaan Kejuangan (Binjuang). Melalui pendekatan tersebut, para taruna diharapkan mampu memahami makna mendalam di balik setiap peristiwa heroik dalam perjalanan bangsa.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagai calon pemimpin TNI Angkatan Darat, taruna dan taruni harus memiliki keseimbangan kemampuan, tidak hanya unggul dalam aspek fisik dan taktik, tetapi juga matang secara intelektual serta kuat secara moral.
“Nilai-nilai perjuangan dalam Pertempuran Plataran harus menjadi fondasi dalam membangun profesionalisme, loyalitas, dan integritas prajurit, berlandaskan Saptamarga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Pertempuran Plataran sendiri merupakan bagian dari rangkaian perjuangan setelah Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948. Pada 24 Februari 1949, terjadi pertempuran sengit di wilayah Plataran yang mengakibatkan gugurnya dua perwira remaja, lima taruna, satu anggota tentara pelajar, serta sejumlah warga sipil.
Sebagai bentuk penghormatan, nama-nama taruna yang gugur diabadikan menjadi nama gedung dan fasilitas di lingkungan Akmil. Langkah tersebut diharapkan dapat terus mengingatkan generasi penerus akan semangat juang dan pengorbanan para pahlawan bangsa.
Tim Redaksi
