Kab.Jeneponto, Rabu (27/05/2026), Shalat Idul Adha di di Kab. Jeneponto berlangsung khidmat dalam suasana penuh kebahagiaan, kekeluargaan dan keberkahan. Berbagai lapisan masyarakat memadati lokasi pelaksanaan shalat untuk bersama-sama merayakan hari besar umat Islam tersebut.

Turut hadir dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha itu Bupati Jeneponto Paris Yasir, Ketua DPRD, Penjabat Sekretaris Daerah, Para Staf Ahli, Para Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah, Pimpinan Instansi Vertikal, jajaran BUMN dan BUMD, tokoh masyarakat, tokoh perempuan serta masyarakat Kabupaten Jeneponto. Hadir pula mantan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar.

Bertindak sebagai khatib pada pelaksanaan Idul Adha kali ini yakni Wahyudin Hakim, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan.
Sebelum pelaksanaan shalat dimulai, sambutan terlebih dahulu disampaikan oleh Bupati Jeneponto Paris Yasir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban merupakan momentum sejarah umat manusia dalam meneladani keimanan dan kesabaran Nabi Ibrahim AS bersama keluarganya.
Menurutnya, nilai keteladanan tersebut hendaknya menjadi tuntunan dalam menumbuhkan keikhlasan berkurban, khususnya dalam merawat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan.
“Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai ini penting untuk terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Bupati.
Usai pelaksanaan shalat, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh khatib. Dalam khutbahnya, khatib mengingatkan jamaah tentang saudara-saudara umat Islam di berbagai belahan dunia yang tengah melaksanakan ibadah haji, khususnya prosesi jumrah di Tanah Suci.
Selain itu, khatib juga menyinggung kondisi memilukan yang dialami masyarakat Palestina. Ia mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan keselamatan dan kedamaian bagi rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai penderitaan akibat konflik berkepanjangan.
Dalam khutbahnya, khatib turut menekankan pentingnya pembinaan keluarga yang taat kepada Allah SWT, termasuk dalam mendidik anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, anak merupakan karunia sekaligus ujian dari Allah SWT sehingga nilai-nilai agama harus ditanamkan melalui pendidikan dan keteladanan dalam keluarga.
Ia juga mengajak masyarakat untuk belajar dari keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam membangun keluarga yang penuh keimanan, ketaatan dan kesabaran.
Di akhir khutbahnya, khatib kembali menggugah kesadaran jamaah tentang pentingnya menanamkan nilai-nilai agama dalam kehidupan keluarga sebagai pondasi utama membangun generasi yang berakhlak dan bertakwa.
Penulis : FST
