Perjalanan Inter Milan di Liga Champions musim 2025/2026 menghadirkan cerita kontras antara awal yang gemilang dan akhir yang mengecewakan. Wakil Italia tersebut sempat tampil meyakinkan dan digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat setelah meraih hasil sempurna pada fase awal.
Inter membuka kompetisi dengan performa impresif. Mereka meraih empat kemenangan beruntun yang menunjukkan konsistensi serta kualitas permainan yang solid. Kemenangan tandang 2-0 atas Ajax Amsterdam menjadi awal yang menjanjikan.
Performa positif berlanjut saat Inter menundukkan Slavia Praha dengan skor 3-0 di kandang. Dominasi kembali ditunjukkan ketika mereka membantai Union Saint-Gilloise 4-0 di laga tandang.
Rekor sempurna dipertahankan setelah kemenangan 2-1 atas Kairat Almaty. Empat kemenangan tersebut membuat Inter berada di jalur yang sangat baik untuk melangkah jauh.
Namun, momentum positif itu perlahan memudar. Kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid menjadi titik awal penurunan performa. Kepercayaan diri tim mulai menurun setelah hasil negatif tersebut.
Masalah semakin bertambah ketika Inter takluk 0-1 dari Liverpool FC di kandang sendiri. Kekalahan tandang 1-3 dari Arsenal FC semakin memperlihatkan hilangnya konsistensi yang sebelumnya menjadi kekuatan utama mereka.
Inter sempat menjaga asa setelah meraih kemenangan penting 2-0 atas Borussia Dortmund pada laga penentuan fase liga. Hasil tersebut membawa mereka lolos ke babak playoff dan membuka kembali harapan untuk melangkah lebih jauh.
Namun, kebangkitan itu tidak berlangsung lama. Di babak playoff, Inter harus menghadapi Bodo/Glimt dalam duel dua leg. Pada leg pertama di Norwegia, Inter kalah 1-3 sehingga berada dalam posisi sulit.
Upaya bangkit di leg kedua di kandang sendiri tidak membuahkan hasil maksimal. Kekalahan 1-2 memastikan langkah Inter terhenti dan mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi Eropa musim ini.
Kegagalan tersebut menjadi ironi bagi Inter Milan. Setelah memulai dengan sangat meyakinkan, mereka justru harus tersingkir lebih cepat dari yang diharapkan.
Kini, Inter mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Mereka masih bersaing dalam perburuan gelar di Serie A serta tetap berpeluang meraih trofi di Coppa Italia sebagai upaya menutup musim dengan hasil positif.
Tim Redaksi
