Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menegaskan bahwa masa purna bakti bukanlah akhir dari perjalanan seorang pendidik. Menurutnya, momen tersebut justru menjadi awal babak baru kehidupan yang tetap sarat makna, keteladanan, dan pengabdian di tengah masyarakat.
Penegasan itu disampaikan saat menghadiri acara Pelepasan Purna Bakti Kepala Sekolah dan Guru TK/SD se-Pulau Tidore yang digelar di Aula Kie Matubu, MBMP Maluku Utara, Rabu (11/2/2026). Sebanyak 18 kepala sekolah dan guru memasuki masa purna bakti untuk periode 1 Juli 2025 hingga 30 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas loyalitas serta dedikasi para pendidik yang telah mengabdikan diri bagi kemajuan dunia pendidikan di Kota Tidore Kepulauan.
“Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengucapkan selamat memasuki masa purna bakti kepada para Kepala Sekolah dan Guru se-Pulau Tidore periode 2025–2026. Terima kasih atas loyalitas, ketulusan, dedikasi, serta peran penting Bapak dan Ibu dalam perjalanan panjang pendidikan di daerah ini,” ujar Muhammad Sinen.
Ia menambahkan, pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para guru tidak akan berhenti saat masa tugas berakhir. Keteladanan mereka, kata dia, akan terus menjadi inspirasi, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
“Masa purna bakti bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari babak baru kehidupan. Pengalaman, kebijaksanaan, dan keteladanan Bapak dan Ibu akan tetap menjadi inspirasi. Momentum ini menjadi bentuk penghormatan atas perjalanan panjang pengabdian yang telah dilaksanakan,” tambahnya.
Wali Kota juga menyampaikan doa dan harapan agar para pendidik yang telah menyelesaikan masa tugas senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta keberkahan dalam menjalani masa pensiun bersama keluarga.
“Kami mendoakan agar Bapak dan Ibu senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan. Terima kasih atas jasa dan pengabdian yang telah diberikan bagi daerah tercinta ini. Semoga seluruh pengabdian tersebut menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kabir Mahmud melaporkan, dari total 18 orang yang memasuki masa purna bakti, terdiri atas 1 Kepala Sekolah SD, 3 Kepala Sekolah TK, 11 Guru SD, 1 Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta 2 Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Kegiatan ini menjadi momentum penghormatan atas dedikasi para pendidik yang telah berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia dan memajukan pendidikan di Kota Tidore Kepulauan.
Tim Redaksi
