Ternate, jendelanewstv.com – Tim dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri bersama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri secara resmi membuka kegiatan sertifikasi penyidik tahun 2025 di Kota Ternate, Maluku Utara.
Pelaksanaan kegiatan ini diikuti oleh para penyidik dari jajaran Polres dan Polda Maluku Utara, yang menjalani pelatihan sekaligus uji kompetensi sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme aparat penegak hukum.
Kegiatan dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Auditor Kepolisian Madya TK III Kabagbinfung Rorenmin Bareskrim Polri, serta dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari Bareskrim Polri.
Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim Mabes Polri. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendorong peningkatan kualitas penyidik melalui sertifikasi yang berstandar nasional.
“Saya berharap seluruh penyidik dan penyidik pembantu di lingkungan Polda Maluku Utara mengikuti kegiatan ini secara serius dan bertanggung jawab,” ujar Irjen Waris di Ternate, Kamis (12/6/2025).
Menurutnya, sertifikasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan mekanisme objektif untuk menilai kompetensi penyidik sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Mekanisme Sertifikasi Penyidik.
“Seorang penyidik profesional wajib memiliki integritas moral yang tinggi dan mampu menghindari kesalahan administratif maupun teknis dalam proses penyidikan,” tegas Waris.
Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan proses assessment yang ketat, objektif, dan transparan agar hasil sertifikasi benar-benar mencerminkan kualitas personel yang layak menangani proses penegakan hukum.
Beberapa penekanan lainnya yang disampaikan Kapolda yakni perlunya sertifikasi dijadikan sebagai tolok ukur profesionalisme penyidik, kewajiban atasan penyidik untuk terlebih dahulu mengikuti sertifikasi sebagai bentuk keteladanan, serta pentingnya sosialisasi dan evaluasi rutin terhadap pelaksanaan program ini.
“Ke depan, saya berharap pelaksanaan sertifikasi ini bisa terus ditingkatkan kualitasnya dan menjadi bagian dari budaya kerja yang profesional, akuntabel, serta berintegritas di lingkungan kepolisian,” tutupnya.
