Ternate, jendelanewstv.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam peningkatan fasilitas layanan kesehatan, khususnya layanan jantung. Dalam dua tahun terakhir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara mengucurkan anggaran puluhan miliar rupiah untuk memperkuat infrastruktur dan sarana pendukung layanan tersebut.
Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Alwia Assagaf, menjelaskan bahwa pada tahun 2025, Pemprov Maluku Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp8 miliar untuk pembangunan tahap ketiga gedung layanan jantung.
“Selain itu, ada tambahan anggaran sebesar Rp9 miliar lebih yang dialokasikan untuk pengadaan alat-alat medis penunjang,” ujar dr. Alwia saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/6/2025).
Tak hanya dari pemerintah provinsi, rumah sakit juga menganggarkan lebih dari Rp2 miliar dalam Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) yang akan dimanfaatkan dalam APBD Perubahan 2025. Dana ini difokuskan untuk peningkatan kapasitas listrik dan pengadaan perangkat pendukung operasional gedung jantung.
“Penguatan daya listrik sangat krusial agar operasional perangkat medis bisa berjalan optimal,” tambahnya.
Menurut Alwia, komitmen Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menjadi faktor penting di balik percepatan pengembangan layanan jantung di rumah sakit tersebut.
“Bu Gubernur sangat menekankan pentingnya layanan jantung yang modern dan berkualitas. Beliau ingin masyarakat Maluku Utara mendapatkan pelayanan terbaik, dan ini dibuktikan dengan dukungan anggaran yang konsisten,” ucapnya.
Selain dukungan dari APBD, RSUD Chasan Boesoirie juga menerima bantuan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBN. Empat ruang pelayanan jantung di rumah sakit tersebut telah dibiayai melalui skema pendanaan nasional.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian dan dukungan baik dari Pemprov maupun pemerintah pusat. Ini adalah kabar baik bagi seluruh masyarakat Maluku Utara, khususnya yang membutuhkan layanan kesehatan jantung,” pungkas dr. Alwia.
