JAKARTA – TNI Angkatan Laut mencatat sejarah baru dalam program mudik gratis tahun ini dengan membuka rute pelayaran menggunakan kapal perang dari Jakarta menuju Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Program tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Sejak pendaftaran dibuka, kuota mudik yang tersedia di atas kapal perang KRI Semarang-594 langsung diserbu warga. Dalam waktu hanya dua hari, seluruh kuota yang disediakan langsung terpenuhi.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan secara langsung melepas keberangkatan para pemudik dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) pada Minggu (15/3). Ia menyebut antusiasme masyarakat Bangka Belitung terhadap rute baru ini sangat tinggi.
“Masyarakat sangat antusias. Begitu kami umumkan, baru dua hari saja kuota sudah penuh,” ujar Yayan.
Tercatat sebanyak 1.239 peserta mengikuti program mudik gratis tersebut, termasuk membawa kendaraan roda dua mereka ke dalam kapal. Sebagian besar pemudik merupakan masyarakat asal Bangka Belitung yang berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, hingga Bandung.
Dalam kesempatan tersebut, Asops KSAL juga meninjau langsung para pemudik yang telah berada di dalam palka kapal sebelum keberangkatan.
Kapal KRI Semarang-594 yang digunakan dalam program ini merupakan kapal angkut personel dengan berbagai fasilitas pendukung bagi penumpang. Kapal tersebut menempuh perjalanan sekitar 400 mil laut dengan jadwal tiba di Bangka pada 16 Maret, sebelum melanjutkan pelayaran menuju Belitung pada 17 Maret.
Selama perjalanan, TNI AL juga menyediakan fasilitas berbuka puasa dan sahur bagi para pemudik yang mengikuti pelayaran tersebut.
Menurut Yayan, program ini merupakan implementasi arahan Panglima TNI Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Laut Muhammad Ali untuk membantu masyarakat menjelang Hari Raya.
“Ini adalah bentuk kehadiran negara dan TNI AL untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Selain memfasilitasi masyarakat untuk pulang kampung, program mudik gratis ini juga bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor.
TNI AL juga memastikan kapal tersebut tetap bersiaga di Bangka Belitung untuk melayani arus balik pemudik yang dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Maret mendatang.
Program mudik perdana rute Jakarta–Bangka Belitung ini turut terlaksana melalui sinergi berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, PT Timah, serta Ikatan Kekeluargaan Masyarakat Kepulauan Bangka Belitung.
