Jembatan Perintis Garuda yang berada di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, resmi dioperasikan. Jembatan gantung yang dibangun oleh TNI Angkatan Darat tersebut kini mempermudah akses warga dalam menjalankan aktivitas pendidikan, ekonomi, dan kegiatan sehari-hari yang sebelumnya harus ditempuh dengan jalur memutar bahkan menyeberangi sungai.
Komandan Kodim 0825 Banyuwangi, Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, menjelaskan jembatan tersebut dibangun melintasi Sungai Bango dengan lebar sungai sekitar 34 meter. Jembatan memiliki bentang sepanjang 50 meter dengan lebar 1,60 meter.
Triyadi menyebutkan, awalnya lebar jembatan dirancang 1,20 meter. Namun setelah menerima masukan dari masyarakat, lebar jembatan ditambah masing-masing 20 sentimeter di sisi kanan dan kiri agar lebih nyaman dilalui warga.
Jembatan ini menghubungkan Desa Seneporejo di Kecamatan Siliragung dengan Desa Sambirejo di Kecamatan Bangorejo. Sebelum jembatan dibangun, warga harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk menjalankan berbagai aktivitas.
Pembangunan jembatan dilakukan selama 41 hari, mulai 10 Januari hingga 20 Februari 2026. Proses pengerjaan melibatkan prajurit TNI bersama masyarakat yang bekerja secara bergantian selama 24 jam setiap hari.
Triyadi mengatakan personel dibagi dalam empat sif kerja agar pembangunan dapat selesai tepat waktu. Ia menegaskan pembangunan tersebut merupakan bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat.
Keberadaan jembatan ini memberikan manfaat besar, terutama bagi anak-anak yang kini dapat lebih mudah menuju sekolah maupun tempat mengaji tanpa harus menyeberangi sungai atau menempuh jalur yang lebih jauh.
Selain mempermudah akses pendidikan, jembatan juga mempercepat mobilitas warga menuju sawah dan ladang. Hal ini diharapkan turut meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat karena distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, MY Bramuda, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan TNI dalam pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, TNI selama ini selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dan sangat dibutuhkan masyarakat.
Sementara itu, seorang warga setempat, Maryam (70), mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan tersebut. Selama puluhan tahun ia dan warga lainnya harus menyeberangi sungai untuk beraktivitas.
Ia mengatakan kini warga tidak perlu lagi memutar jauh untuk menuju sawah maupun tempat mengaji.
Keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas pendidikan, pertanian, serta perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.
Red
