Jakarta ( jendelanewstv.com ), Fenomena menarik terjadi setelah Timnas Indonesia gagal melangkah ke ajang Piala Dunia 2026. Sejumlah pemain diaspora yang sebelumnya berkarier di berbagai klub Eropa kini memilih melanjutkan karier di kompetisi domestik, yakni BRI Super League musim 2025/2026.
Kehadiran para pemain diaspora ini merupakan bagian dari proyek naturalisasi yang sebelumnya diharapkan dapat memperkuat Timnas Indonesia. Mereka datang dengan latar belakang pengalaman bermain di kompetisi Eropa yang dinilai mampu meningkatkan kualitas permainan klub-klub di Indonesia.
Meski demikian, perjalanan para pemain tersebut di kompetisi domestik tidak selalu berjalan mulus. Sebagian mampu beradaptasi dengan cepat dan menjadi pemain penting bagi timnya. Namun ada pula yang masih kesulitan mendapatkan tempat utama dalam skuad.
Dari sekitar sepuluh pemain eks diaspora yang kini berkiprah di BRI Super League, hanya beberapa yang mampu tampil reguler dan memberi kontribusi signifikan bagi klub masing-masing.
Salah satu pemain yang tampil konsisten adalah Jordi Amat bersama Persija Jakarta. Bek berusia 33 tahun tersebut menjadi pilar penting di lini pertahanan tim ibu kota. Berbekal pengalaman panjang di level internasional, ia mampu beradaptasi dengan cepat di kompetisi Indonesia.
Menariknya, selain berposisi sebagai bek tengah, Jordi Amat juga kerap dimainkan sebagai gelandang bertahan. Hingga pertengahan musim, ia telah mencatatkan lebih dari 20 penampilan dan menunjukkan performa yang cukup solid.
Sementara itu, Thom Haye menjadi salah satu pemain diaspora yang memberikan dampak besar bagi Persib Bandung. Gelandang tersebut tampil konsisten sepanjang musim dan berperan sebagai pengatur ritme permainan tim.
Jika di Timnas Indonesia ia dikenal sebagai gelandang bertahan, di Persib perannya lebih berkembang sebagai motor serangan yang membantu membangun permainan dari lini tengah.
Performa positif juga ditunjukkan oleh Eliano Reijnders yang menjadi pemain serbabisa bagi Persib. Di bawah asuhan pelatih Bojan Hodak, Eliano mampu berkembang dan dipercaya mengisi berbagai posisi di lapangan. Hingga kini ia telah mencatatkan belasan penampilan bersama Maung Bandung.
Berbeda dengan beberapa nama tersebut, penyerang muda Rafael Struick masih berusaha menemukan kembali performa terbaiknya bersama Dewa United. Dari sejumlah pertandingan yang telah dimainkan, ia belum mampu mencetak gol dan bahkan mulai kehilangan menit bermain.
Hal serupa juga dialami Mauro Zijlstra yang bergabung dengan Persija Jakarta. Persaingan ketat di lini depan serta cedera yang sempat dialaminya membuat kesempatan bermainnya menjadi terbatas.
Di sisi lain, pemain muda Jens Raven mendapatkan peluang cukup baik bersama Bali United. Meski belum selalu menjadi pilihan utama, ia tetap mendapat kesempatan dalam rotasi tim dan telah mencatatkan beberapa kontribusi berupa gol dan assist.
Secara keseluruhan, kehadiran para pemain diaspora di BRI Super League membawa warna tersendiri bagi kompetisi sepak bola Indonesia. Namun, tidak semua pemain mampu langsung beradaptasi dengan atmosfer dan gaya permainan liga domestik.
Dengan kompetisi yang masih berjalan, peluang para pemain tersebut untuk memperbaiki performa dan menunjukkan kualitas terbaiknya masih terbuka lebar hingga akhir musim.
Tim Redaksi
