Liverpool kembali menelan hasil pahit setelah takluk 1-2 dari Wolverhampton Wanderers dalam lanjutan Premier League, Selasa waktu setempat. Kekalahan di Molineux itu membuat peluang The Reds menembus empat besar klasemen semakin berat.
Sejak menit awal, Liverpool tampil kurang menggigit. Babak pertama berlangsung datar tanpa tekanan intens yang biasanya menjadi ciri permainan mereka. Serangan demi serangan kerap kandas sebelum memasuki area berbahaya.
Memasuki babak kedua, pasukan Arne Slot mulai meningkatkan tempo. Dominasi penguasaan bola berada di tangan tim tamu, namun minimnya kreativitas membuat peluang bersih sulit tercipta.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-78. Tolu Arokodare memenangi duel udara melawan Virgil van Dijk sebelum mengirim umpan kepada Rodrigo Gomes yang sukses menaklukkan Alisson Becker.
Liverpool sempat menyamakan kedudukan lewat Mohamed Salah. Gol tersebut menjadi yang pertama bagi sang penyerang di liga sejak November, memanfaatkan kesalahan umpan Jean-Ricner Bellegarde. Namun di luar momen itu, kontribusi lini depan Liverpool masih jauh dari harapan.
Ketika laga tampak akan berakhir imbang, petaka kembali datang di masa injury time. Tembakan jarak jauh Andre berubah arah setelah membentur tubuh Joe Gomez, membuat Alisson mati langkah. Gol tersebut menjadi yang kelima kalinya musim ini Liverpool kebobolan gol penentu di menit-menit akhir.
Secara statistik, Liverpool unggul jauh dalam penguasaan bola (66 persen) dan jumlah tembakan (19 berbanding 4). Namun efektivitas menjadi pembeda utama, dengan Wolves tampil lebih klinis dalam memaksimalkan peluang.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Liverpool yang tengah berupaya menjaga asa finis di zona Liga Champions. Sebaliknya, kemenangan krusial ini memberi dorongan moral besar bagi Wolves dalam upaya mereka menjauh dari papan bawah klasemen.
