Kelurahan Kota Baru, Ternate — 30 November 2025.
Dermaga Merah yang terletak di Kelurahan Kota Baru Ternate kini kembali hidup dan menjadi pusat keceriaan baru bagi anak-anak dan warga setiap akhir pekan. Dahulu, dermaga ini merupakan tempat persinggahan transportasi laut motor kayu yang melayani rute antara daratan Kecamatan Oba dan Kota Baru, terutama pada hari pasar, yaitu Rabu dan Sabtu.
Pada masa itu, ibu-ibu dari seberang rutin menaiki motor kayu untuk membawa berbagai barang dagangan ke Pasar Kota Baru. Aktivitas bongkar muat berlangsung sejak pagi hingga siang hari, menjadikan dermaga ini titik penting dalam roda ekonomi masyarakat. Namun seiring perkembangan zaman dan hadirnya sarana transportasi modern, motor kayu perlahan menghilang dari perairan Kota Baru. Aktivitas perdagangan pun berpindah, dan dermaga ini mulai kehilangan fungsi utamanya.
Bertransformasi Menjadi Ruang Bermain Anak-Anak
Pergantian zaman justru membuka halaman baru bagi Dermaga Merah. Tanpa lagi digunakan sebagai tempat bongkar muat, dermaga ini kemudian dialihfungsikan menjadi lokasi singgah sementara bagi speed boat yang melakukan pengisian BBM. Namun yang paling menarik, dermaga ini kini menjadi tempat favorit anak-anak untuk melakukan tradisi batobo atau mandi laut setiap akhir pekan.
Dermaga tersebut juga telah direnovasi oleh salah satu tokoh masyarakat Kota Baru, sehingga tampil lebih layak, aman, dan nyaman digunakan oleh warga, khususnya anak-anak yang menghabiskan waktu libur mereka dengan berenang, melompat, dan bermain air di sekitar lokasi.
Ekonomi Warga Ikut Bergerak
Kehadiran anak-anak dan keluarga yang datang setiap Minggu membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kecil. Salah satunya adalah Ibu Jawe, seorang pengusaha lokal yang menjual makanan ringan serta peralatan renang di sekitar dermaga.
“Kita jualan pisang goreng dan mie, sangat laku setiap hari Minggu karena banyak anak-anak datang berenang. Tempat ini jadi rutinitas mereka kalau hari libur,” tuturnya saat ditemui.
Aktivitas ekonomi kecil ini menjadikan Dermaga Merah bukan hanya ruang rekreasi, tetapi juga ruang hidup bagi pelaku usaha mikro yang memanfaatkan keramaian libur akhir pekan.
Dermaga Bernilai Sejarah yang Kembali Hidup
Dermaga Merah tidak lagi sekadar sisa sejarah transportasi tradisional. Ia kini hadir sebagai ruang sosial dan rekreasi murah meriah yang memperkuat kebersamaan warga Kota Baru. Keceriaan anak-anak yang mandi laut, deru speed boat yang singgah, serta aroma pisang goreng hangat dari lapak jualan, semuanya menjadi pemandangan khas di setiap akhir pekan.
Dengan renovasi dan pemanfaatan positif oleh masyarakat, Dermaga Merah kembali menemukan fungsinya—bukan sebagai simpul transportasi, melainkan sebagai pusat kegembiraan dan kebersamaan warga Kota Baru.
Redaksi: Nasrun
