Sofifi — Kinerja Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara mendapat apresiasi dari Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan Maluku Utara menjadi salah satu provinsi penerima Program Revitalisasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) SMK Tahun 2025.
Program revitalisasi tersebut merupakan bagian dari agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat peningkatan kualitas fasilitas pendidikan kejuruan di seluruh Indonesia. Di Maluku Utara, tercatat 33 SMK ditetapkan sebagai penerima manfaat dari program strategis nasional tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menjelaskan bahwa intervensi program mencakup renovasi serta pembangunan baru ruang belajar, ruang praktik siswa, hingga fasilitas sanitasi sekolah.
“Jika kita lihat dari total jumlah SMK di Maluku Utara, sekitar 21,8 persen di antaranya mendapatkan intervensi program revitalisasi. Ini merupakan capaian yang cukup signifikan,” ujar Abubakar di Sofifi, Selasa (22/10/2025).
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari semakin validnya data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) di tingkat satuan pendidikan, serta sinergi kuat antara pemerintah daerah dan pusat. Dukungan penuh dari Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.
“Ibaratnya, ada ‘Serly effect’ — efek positif dari sinergi dan kepemimpinan daerah yang kuat,” ucapnya.
Abubakar menambahkan, progres pembangunan di lapangan saat ini telah mencapai sekitar 50 persen, dan seluruh pelaksanaan berjalan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Untuk menjamin transparansi serta akuntabilitas, Dinas Pendidikan telah membentuk tim pemantauan khusus, mengingat program ini dilaksanakan dengan sistem swakelola.
Ia juga mengingatkan para kepala sekolah untuk tetap waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan bantuan program dengan tujuan tertentu.
“Tidak ada pihak yang boleh mengaku berjasa lalu meminta imbalan kepada sekolah. Prinsipnya, semua harus bekerja sesuai aturan,” tegas Abubakar.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, telah memberikan arahan agar pada tahun 2026, jumlah sekolah penerima program revitalisasi dapat ditingkatkan.
Langkah tersebut, kata Abubakar, sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam memperkuat mutu pendidikan kejuruan dan menyiapkan lulusan SMK yang kompetitif di dunia kerja.
