Ternate, JendelaNewsTV.com – Kerusakan infrastruktur jalan nasional di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, memicu sorotan tajam dari kalangan mahasiswa dan pemuda daerah. Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morotai (HIPPMAMORO), Fandi Lukman, mendesak Pemerintah Daerah untuk segera bertindak dan tidak menutup mata terhadap kerusakan jalan yang telah berlangsung lama dan berdampak luas terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Dalam pernyataannya, Sabtu (14/6/2025), Fandi menyatakan keprihatinannya atas kondisi jalan yang rusak di sejumlah wilayah, seperti Morotai Utara dan Morotai Jaya. Menurutnya, infrastruktur jalan yang berlubang, bergelombang, dan tidak terawat telah merugikan warga secara ekonomi dan sosial, serta menurunkan citra Morotai sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia Timur.
> “Pulau Morotai dikenal sebagai Mutiara di Bibir Pasifik. Namun, bagaimana mungkin kita bisa mengembangkan pariwisata jika akses jalannya rusak parah? Banyak wisatawan yang mengurungkan niat karena tidak nyaman dan merasa terancam saat berkendara,” ujarnya.
Fandi menambahkan bahwa kerusakan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tapi menyangkut keselamatan nyawa masyarakat, terutama bagi warga desa terpencil yang membutuhkan akses cepat ke layanan kesehatan. Ia mencontohkan kondisi jalan menuju RSUD Ir. Soekarno yang memperlambat proses rujukan pasien dari desa ke kota, sehingga berisiko menimbulkan keterlambatan penanganan medis yang fatal.
> “Beberapa warga yang sakit parah tidak bisa sampai tepat waktu karena kendaraan terpaksa memperlambat laju akibat lubang besar di jalan. Ini bukan hal sepele, ini soal hidup dan mati. Kita percaya pada kehendak Tuhan, tapi jalan rusak juga jelas menjadi penyebab keterlambatan,” tegas Fandi.
Keluhan serupa juga datang dari warga Desa Pangeo dan Desa Sopi. Mereka mengaku kerusakan jalan sudah berlangsung bertahun-tahun sejak pemerintahan sebelumnya dan hingga kini belum ada perbaikan signifikan. Bahkan beberapa warga menyebut kondisi tersebut telah menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan menghambat distribusi logistik maupun aktivitas ekonomi lokal.
Fandi memaparkan bahwa infrastruktur jalan yang rusak dapat menyebabkan berbagai risiko seperti:
Hilangnya kontrol kendaraan, terutama pada kondisi jalan menurun atau menikung.
Ban pecah dan suspensi kendaraan rusak, akibat lubang besar yang sulit dihindari.
Menurunnya konsentrasi dan visibilitas pengemudi, yang berisiko memicu kecelakaan.
> “Kami minta Pemda jangan tunggu jatuh korban dulu baru bergerak. Jalan adalah kebutuhan pokok masyarakat, bukan sekadar pelengkap. Morotai butuh infrastruktur yang aman dan layak,” ujarnya.
Menurut HIPPMAMORO, perbaikan infrastruktur jalan harus menjadi prioritas dalam rencana pembangunan daerah, terutama karena Morotai tengah diarahkan menjadi kawasan strategis pariwisata nasional. Ketertinggalan dalam hal aksesibilitas, kata Fandi, hanya akan menambah beban masyarakat dan menghambat potensi pertumbuhan ekonomi daerah.
> “Pemerintah jangan hanya fokus pada pencitraan. Kami ingin Morotai tak hanya indah dalam promosi wisata, tapi juga nyata dalam pelayanan dasar seperti infrastruktur. Inilah yang akan memberi kenyamanan bagi warga dan menarik minat wisatawan,” tutupnya.
HIPPMAMORO berharap Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan instansi terkait segera menyusun langkah konkret berupa evaluasi, penganggaran, dan percepatan perbaikan jalan nasional, terutama di wilayah yang rawan dan padat aktivitas warga.
(Red/Limpo)
(Red/Limpo)
