Lumajang ( jendelanewstv.com ), Pemerintah terus memastikan kenyamanan dan perlindungan jemaah umrah Indonesia, termasuk dari Kabupaten Lumajang, meski ada penyesuaian jadwal penerbangan di kawasan Timur Tengah.
Melalui sistem pemantauan berbasis data SISKOPATUH, Kementerian Haji dan Umrah memonitor pergerakan jemaah secara terintegrasi. Saat ini tercatat sekitar 58.873 jemaah Indonesia berada di Arab Saudi, termasuk jemaah asal Lumajang, yang semuanya berada dalam koordinasi layanan resmi.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Lumajang, Umar Hasan, menyatakan hingga kini tidak ada kendala berarti yang dialami jemaah asal Lumajang. Komunikasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terus dilakukan untuk memastikan pelayanan sesuai ketentuan.
“Situasi ini tidak perlu disikapi berlebihan. Pemerintah memastikan seluruh jemaah dalam kondisi baik dan mendapatkan pelayanan sesuai standar,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Penyesuaian jadwal penerbangan bersifat administratif dan berdampak pada waktu keberangkatan atau kepulangan jemaah, sementara ibadah di Tanah Suci tetap berjalan normal. Pemerintah daerah bersama Kantor Kemenhaj Lumajang juga aktif berkomunikasi dengan keluarga jemaah, menyampaikan informasi resmi secara berkala.
Dari sisi pelayanan di Arab Saudi, kebutuhan jemaah seperti akomodasi, konsumsi, dan transportasi tetap berjalan sesuai prosedur. Koordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia dan Kantor Urusan Haji di Arab Saudi memastikan seluruh layanan berjalan baik selama masa penyesuaian.
Dengan sistem pemantauan berbasis data yang diperkuat, setiap perubahan dapat segera diinformasikan, memberikan kepastian bagi jemaah dan keluarga di Lumajang. Pemerintah mengimbau keluarga untuk mengakses informasi melalui kanal resmi agar memperoleh kabar valid dan terverifikasi.
Dengan koordinasi dan komunikasi yang solid, jemaah umrah asal Lumajang dipastikan tetap mendapat pelayanan optimal hingga kembali ke tanah air.
Sumber: Info Publik – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia
( Red )
