Jakarta – Pasukan Perdamaian TNI yang tergabung dalam Satgas INDORDB XXXIX-G pada misi MONUSCO memantau dan mendukung penyerahan diri 80 anggota milisi Chini Ya Tuna di Desa Balingina, Republik Demokratik Kongo.
Dalam proses tersebut, para militan turut menyerahkan sejumlah persenjataan, terdiri dari lima pucuk senapan AK-47, satu revolver, 200 butir amunisi, serta 11 magazin. Penyerahan ini menjadi langkah penting dalam upaya menciptakan stabilitas dan mendorong rekonsiliasi di wilayah setempat.
Satgas INDORDB XXXIX-G/MONUSCO menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program DDR (Disarmament, Demobilization, and Reintegration) yang telah berjalan sejak November 2025. Program ini bertujuan untuk melucuti senjata, membubarkan kelompok bersenjata, serta memfasilitasi reintegrasi mantan kombatan ke kehidupan sipil.
“Kegiatan ini merupakan bukti komitmen Satgas INDORDB XXXIX-G MONUSCO dalam mendukung proses perdamaian di Republik Demokratik Kongo. Melalui DDR, diharapkan keamanan dan stabilitas di wilayah Balingina semakin meningkat serta membuka peluang bagi mantan anggota milisi untuk kembali ke masyarakat,” demikian keterangan tertulis Satgas, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan penyerahan diri tersebut juga dihadiri oleh otoritas setempat, termasuk Administrator Irumu Kolonel Siro Simba. Ia menyampaikan apresiasi atas keputusan para anggota milisi untuk kembali bergabung dengan pemerintah, sekaligus berharap Satgas TNI terus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan Balingina.
Tim Redaksi
