Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat menyelenggarakan Pendidikan Bintara (Dikba) Target Drone Arhanud Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya meningkatkan kemampuan prajurit dalam menghadapi perkembangan teknologi ancaman udara.
Berdasarkan keterangan Pusat Pendidikan Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara, Jumat (27/2), program pendidikan tersebut diikuti oleh 20 bintara siswa dan akan berlangsung selama dua bulan.
Wakil Komandan Pusdik Arhanud, Kolonel Arh Zaenudin, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa pendidikan ini merupakan langkah strategis dalam membangun kesiapan sumber daya manusia guna mendukung sistem pertahanan udara nasional.
Menurutnya, peningkatan kompetensi di bidang teknologi dan sistem simulasi ancaman udara menjadi hal penting agar satuan Arhanud mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta siap menghadapi dinamika ancaman udara modern.
Sebagai informasi, Arhanud TNI AD merupakan kecabangan teknis yang memiliki tugas melindungi objek vital nasional serta satuan manuver darat dari potensi serangan udara musuh. Satuan yang berpusat di Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara ini didukung berbagai alutsista modern, seperti sistem rudal, meriam pertahanan udara, serta perangkat drone untuk mendukung operasi dan latihan.
Tim Redaksi
