Probolinggo – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi di bawah jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V bersama unsur Search and Rescue (SAR) gabungan melaksanakan Operasi SAR hari ke-3 terhadap seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Lanang Jaya yang dilaporkan terjatuh ke laut di Perairan Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu (31/1/2026) pagi.
Operasi SAR gabungan pada hari ketiga, Senin (2/2/2026), diawali dengan apel pengecekan kelengkapan personel dan alutsista yang dilaksanakan di atas KAL Sembulungan II-5-42. Apel tersebut dipimpin oleh Kapten Laut (P) Rianto selaku Komandan KAL Sembulungan II-5-42 sebelum tim bergerak menuju sektor pencarian yang telah ditentukan.
Dalam operasi ini, unsur gabungan yang terlibat terdiri dari TNI AL, Basarnas, BPBD, Polairud, serta unsur maritim lainnya termasuk nelayan setempat. Personel yang dikerahkan antara lain prajurit KAL Sembulungan II-5-42, Pos Kamladu Mayangan, Tim Rescue Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten dan Kota Probolinggo, Satpolair Probolinggo, serta UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan. Tim SAR dibagi menjadi dua regu untuk melakukan penyisiran di perairan sekitar lokasi kejadian.
Korban diketahui bernama Matsadi, laki-laki berusia 61 tahun, warga Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Saat terakhir terlihat, korban mengenakan celana pendek berwarna biru dongker. Korban merupakan ABK KM Lanang Jaya, sebuah kapal nelayan berbobot 15 Gross Ton (GT) dengan panjang sekitar 20 meter, berwarna abu-abu dengan garis hitam.
Hingga pelaksanaan SAR hari ketiga, korban masih belum ditemukan. Operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat, ditandai dengan angin barat yang bertiup cukup kencang serta gelombang laut yang berpotensi membahayakan keselamatan personel.
Komandan Pos Kamladu Mayangan menyampaikan bahwa Operasi SAR Gabungan direncanakan akan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat.
Sementara itu, Komandan Kodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., menegaskan komitmen TNI AL dalam mendukung penuh pelaksanaan Operasi SAR gabungan hingga korban berhasil ditemukan. Ia menginstruksikan seluruh unsur untuk meningkatkan koordinasi lintas instansi, memaksimalkan pemanfaatan alutsista dan sarana pendukung, serta tetap memprioritaskan keselamatan personel di lapangan.
Keterlibatan TNI AL dalam operasi kemanusiaan ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir yang menghadapi musibah di laut.
Sumber : Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi / Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V
Editor : Tim Redaksi
