Sumenep – Upaya penguatan ketahanan pangan di tingkat desa terus digencarkan melalui pendampingan langsung kepada para petani. Di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Babinsa Koramil 0827/13 Rubaru, Sertu Hainur Rahman, turun langsung ke sawah untuk mendampingi petani dalam melakukan perawatan tanaman bawang merah, salah satu komoditas unggulan pertanian di wilayah tersebut.
Pendampingan dilakukan dengan membersihkan gulma serta memeriksa kondisi pertumbuhan tanaman bawang merah secara menyeluruh. Setiap barisan tanaman diperhatikan satu per satu guna memastikan bawang merah tumbuh sehat, bebas dari hama, dan berkembang optimal hingga memasuki masa panen.
Sertu Hainur Rahman menjelaskan bahwa keterlibatan Babinsa di lahan pertanian bukan sekadar pengawasan, melainkan bagian dari kerja kolektif bersama petani dalam menjaga kualitas dan produktivitas hasil pertanian. Menurutnya, perawatan rutin sejak awal masa tanam menjadi faktor penentu keberhasilan panen.
“Kami ingin memastikan tanaman bawang merah ini tumbuh optimal. Perawatan rutin, termasuk pembersihan gulma, sangat menentukan kualitas dan hasil panen ke depan,” ujar Sertu Hainur Rahman, Senin (2/2/2026).
Ia menambahkan, bawang merah memiliki peran strategis bagi perekonomian masyarakat Rubaru karena menjadi salah satu sumber penghasilan utama petani. Oleh karena itu, pendampingan dilakukan secara berkelanjutan sejak masa tanam hingga panen sebagai bentuk dukungan nyata TNI terhadap produktivitas pertanian rakyat.
“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan. Jika produksi mereka kuat dan hasil panennya baik, maka kesejahteraan desa juga akan meningkat,” katanya.
Pendampingan sektor pertanian ini merupakan bagian dari program pembinaan teritorial TNI Angkatan Darat yang dilaksanakan secara berkesinambungan hingga ke tingkat desa. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, Babinsa diharapkan mampu mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendorong semangat gotong royong dalam membangun kemandirian pangan.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas produksi pangan lokal, khususnya komoditas hortikultura, agar tetap berkelanjutan dan memiliki daya saing di tengah tantangan perubahan iklim serta fluktuasi harga pasar.
Tim Redaksi
