Jendelanewstv.com
KOTA TERNATE – Dalam upaya mengubah wajah pertanian lokal menuju sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan, Sekretaris Daerah Kota Ternate mengajak seluruh petani untuk mulai mengurangi penggunaan pupuk kimia dan menggantinya secara bertahap dengan pupuk organik.
“Kita harus mulai beralih secara bertahap dari pupuk kimia ke pupuk organik. Produksinya bisa lebih efisien, hasilnya lebih baik, dan tentu berdampak positif bagi lingkungan,” papar Sekda Dr. H. Rizal Marsaoly SE., MM. Pernyataan ini muncul dalam acara panen perdana terong biokonversi di Kelurahan Bula, Kecamatan Ternate Barat.
Program budidaya terong biokonversi ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Ternate, PT. Bio Konversi Indonesia dan Wahana Visi Indonesia. Dengan penerapan pupuk organik, pemerintah daerah berharap mampu menekan biaya produksi, menjaga lingkungan, sekaligus meningkatkan hasil panen komoditas hortikultura lokal.
Dengan perkiraan panen hingga 20 kali dalam siklus 60 hari, proyek ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa pertanian berbasis masyarakat mampu berkontribusi terhadap kemandirian pangan di Kota Ternate. Sekda menegaskan bahwa keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, petani, dan pihak swasta.
Kepada petani, ia menyampaikan bahwa perubahan ini bukan hanya soal teknik budidaya—tapi tentang membangun sistem yang lebih berkelanjutan dan berdaya tahan. “Panen hari ini bukan sekadar hasil, tetapi simbol kerja keras, kolaborasi, dan semangat kita untuk mewujudkan Ternate yang mandiri dan tangguh di sektor pertanian,” tutupnya.
Tim Redaksi
Editor: St. Aisyah
