Oplus_131072
Jendela Newstv. Com
KOTA TERNATE – Pemerintah Kota Ternate terus memperkuat kapasitas kepemimpinan dan inovasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang efektif, adaptif, dan berdaya saing. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peluncuran tiga proyek perubahan (Proper) hasil gagasan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII yang berlangsung di Hotel Bela Ternate, Senin (3/11/2025).
Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si, dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE, MM selaku mentor reformer, unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK serta para pimpinan OPD dan tamu undangan lainnya.
Sekda menegaskan agar proyek perubahan ini tidak berhenti pada tahap peluncuran semata: “Proyek perubahan ini bukan soal kenaikan pangkat, tetapi tentang bagaimana menjawab tantangan Ternate ke depan agar lebih baik dan maju. Diharapkan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.”
Adapun tiga proyek perubahan yang diluncurkan adalah:

SIPINTAR (Strategi Penataan Layanan Pendidikan yang Berkualitas dan Bersinergi) dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Muhlis Djumadil, SE., M.Si.
SPIRIT MANDIRI (Strategi Akselerasi Peran Masyarakat dalam Penataan Ruang yang Bersinergi) dipimpin oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Ternate, Rus’an M. Nur Taib, ST., MT.
CEKATAN (Strategi Akselerasi Cegah Dini dan Deteksi Dini Gangguan Ketentraman dan Ketertiban Umum) dipimpin oleh Kepala Satpol PP Kota Ternate, Fhandy, S.STP., M.ADM.SDA.
Wali Kota Tauhid Soleman menyampaikan apresiasi atas gagasan reformer dan menegaskan bahwa proyek perubahan bukan hanya syarat administratif dalam pendidikan kepemimpinan, melainkan harus menjadi solusi konkret bagi peningkatan layanan publik di Kota Ternate. “Proyek perubahan bukan sekadar persyaratan kenaikan jabatan, tetapi harus benar-benar memberi dampak bagi masyarakat. Inovasi ini mungkin bukan hal baru, namun yang diuji adalah bagaimana metode yang sama diterapkan dengan cara dan ruang berbeda di Kota Ternate,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, Wali Kota memberikan penekanan khusus pada tiga bidang strategis yang menjadi fokus proyek perubahan para reformer:
> “Untuk Kadis PUPR, saya tidak mau dengar lagi ada bangunan di bantaran kali. Untuk Kasatpol PP, jangan ada lagi pedagang berjualan di trotoar tanpa penertiban. Dan Kadis Pendidikan wajib memastikan layanan pendidikan menjangkau hingga tiga kecamatan terluar.”
Melalui peluncuran ini, Pemerintah Kota Ternate berharap inovasi yang digagas dapat memperkuat kualitas layanan publik di berbagai sektor secara berkelanjutan.
Tim Redaksi
Editor : St. Aisyah
