Banda Aceh_Sungguh pilu nasib seorang perempuan muda di Banda Aceh. Ia ditinggal pergi oleh suaminya tanpa kabar, meninggalkan enam orang anak yang masih kecil. Kini, ia hanya tinggal di sebuah bunker ruko di kawasan Simpang Surabaya. Senin, 03/11/2025.
Ia juga mengganti kasur lama yang sudah usang dengan empat kasur baru agar anak‑anak bisa tidur lebih nyaman, meskipun di kamar yang sempit dan tanpa ventilasi.
Meski hidup dalam keterbatasan dan di tengah gemerlap kota Banda Aceh, Arsy tetap tegar bersama anak‑anaknya. Ia sudah pasrah menerima keadaan meski harus bekerja mengamen di lingkungan yang kumuh.
Anak‑anaknya tetap ia sekolahkan agar mendapatkan pendidikan. Anak sulungnya yang berusia 12 tahun kini duduk di kelas enam SD, sementara anak kelima yang berusia satu tahun mengalami kondisi stunting dan membutuhkan perhatian khusus.
Arsy bercerita, ia hanya bisa mengamen malam hari setelah salat Isya hingga dini hari, karena siang hari harus merawat bayi berusia empat bulan dan satu tahun, serta mengurus anak‑anak lainnya termasuk antar‑jemput anak sulung ke sekolah. Untuk antar jemput anak dan pergi mengamen, ia meminjam sepeda motor pengelola kos.
Dari hasil mengamen, ia bisa mendapat Rp150.000 hingga Rp200.000 per malam. Sebagian ia sisihkan untuk membayar tetangga yang menjaga anak‑anaknya, biasanya Rp30.000 hingga Rp50.000 per hari, dan sisanya untuk makan serta sewa kamar.
Saat mengunjungi keluarga Arsy, Irwansyah juga mengajak pihak pemerintah, mulai dari camat, keuchik, kepala dinas sosial, hingga kepala dinas PUPR. Politisi Muda PKS ini bahkan menghubungi Baitul Mal dan Dinas Kesehatan agar keluarga ini menjadi prioritas penerima bantuan.
Menurutnya, keluarga seperti Arsy harus mendapat dukungan penuh, mulai dari bantuan gizi untuk ibu dan anak, beasiswa bagi anak sekolah, hingga perhatian kesehatan bagi balita yang sedang tumbuh kembang.
Sebagai solusi jangka pendek, Irwansyah berkoordinasi dengan Dinas Perkim Banda Aceh, agar keluarga ini bisa pindah ke Rusunawa milik pemerintah di Gampong Keudah, Banda Aceh.(SrNTv).
