Ternate, JendelaNewsTv.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Daerah Pemilihan Maluku Utara, Graal Taliawo, menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp371 triliun untuk mendukung program hilirisasi pertanian di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Maluku Utara.
Menurut Graal, langkah yang diambil Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mengembangkan komoditas unggulan nasional seperti kelapa dan pala, sekaligus mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat rempah-rempah dunia.
> “Saya rasa dorongan yang dilakukan Menteri Pertanian sangat baik guna mendukung hilirisasi pertanian,” ujar Graal di ruang kerjanya, Selasa (28/10/2025).
Senator asal Maluku Utara itu menilai, isu hilirisasi di sektor pertanian kini telah menjadi agenda strategis nasional yang perlu disinergikan dengan kebijakan di tingkat daerah. Ia menyebut, perkembangan ini merupakan peluang besar yang perlu segera direspons oleh pemerintah daerah di Maluku Utara.
> “Sejak 2018 saya sudah mewacanakan hal ini, bahkan hingga ke level nasional. Bersyukur, isu ini kini bersambut dengan fokus pemerintahan Prabowo, termasuk oleh Kementan,” ungkapnya.
Meski begitu, Graal mengingatkan agar pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, dapat lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun program yang relevan dengan agenda hilirisasi pertanian dan perkebunan yang kini menjadi prioritas pemerintah pusat.
Ia menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menyiapkan program pelatihan bagi petani, meningkatkan sarana dan prasarana pertanian, serta mendorong investasi produktif di sektor pertanian dan perkebunan.
> “Pemerintah dan Pemda harus tegas dalam pikirannya, bahwa hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan harus mengandalkan peran komunitas warga, serta berbasis pada UMKM dan koperasi,” tegas Graal.
Menurutnya, apabila hilirisasi hanya bertumpu pada investasi besar seperti industri pertambangan, maka manfaatnya tidak akan dirasakan secara merata oleh masyarakat.
> “Bila hilirisasi berbasis investasi besar, hasilnya akan percuma. Pertumbuhan ekonomi memang terlihat tinggi, tapi yang ‘berbunyi’ justru rekening para investor, bukan masyarakat umum,” ujarnya.
Graal berharap, ke depan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dapat merancang program hilirisasi yang berorientasi pada pemberdayaan komunitas lokal dan kelompok tani, agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di daerah.
