Ternate,JNTv – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate menyatakan kesiapan untuk menurunkan sedikitnya 2.000 mahasiswa dalam aksi demonstrasi besar-besaran. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan kenaikan tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sekaligus kecaman keras atas tindakan represif aparat kepolisian terhadap mahasiswa dan masyarakat di berbagai daerah.
Ketua BEM Unkhair, M. Fatahudin Hadi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan respon atas kemarahan rakyat yang kini kian meluas. Menurutnya, DPR telah kehilangan empati terhadap kondisi masyarakat dengan menaikkan tunjangan di tengah situasi ekonomi rakyat yang sulit.
“Ketika rakyat menjerit karena harga-harga naik dan lapangan kerja semakin sulit, DPR justru berpesta dengan uang negara. Ini adalah penghianatan moral, dan mahasiswa tidak akan tinggal diam. Kami siap menurunkan 2.000 mahasiswa untuk menyuarakan kebenaran,” tegas Fatahudin.
Selain itu, BEM Unkhair juga menyoroti sikap aparat kepolisian yang semakin represif dalam menghadapi aksi mahasiswa. Ia menyebut tindakan represif tersebut sebagai ancaman serius terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi.
“Represifitas aparat adalah bentuk pembungkaman. Mahasiswa bukan musuh negara, melainkan penjaga nurani bangsa. Jika suara mahasiswa dibungkam dengan kekerasan, berarti aparat telah melawan rakyat dan melawan UUD 1945,” tambahnya.
Adapun isu utama yang akan disuarakan mahasiswa Unkhair dalam aksi ini meliputi:
“LAWAN REZIM YANG MENINDAS, WUJUDKAN KESEJAHTRAAN RAKYAT”
Isu Turunan :
1. Hentikan represifitas Polri
2. Menolak kenaikan tunjangan DPR
3. Copot Kapolri
4. Reformasi Total Polri
5. Reformasi Hukum (amandemen UU 1945)
6. Bebaskan 11 masyarakat adat maba sangaji dan 7 warga galela yang ditangkap
7. Bebaskan kawan kami yang ditangkap di Jakarta
8. Selesaikan Problem Pendidikan
9. Hentikan Perampasan Ruang Hidup, pelanggaran HAM di Indonesia
BEM Unkhair memastikan bahwa aksi demonstrasi yang direncanakan akan berlangsung damai, terorganisir, dan konstitusional. Namun, mereka juga mengingatkan aparat keamanan agar tidak melakukan tindak kekerasan terhadap peserta aksi.
“Selama ketidakadilan masih dibiarkan, selama kebijakan menyakiti rakyat, mahasiswa akan terus berdiri di garis depan perjuangan. Aksi ini adalah suara rakyat, dan suara rakyat adalah kedaulatan tertinggi,” tutup Ketua BEM Unkhair.
