HALSEL,JendelanewsTV.com – Warga Desa Toin, Kecamatan Botang Lomang, dibuat geram akibat pemadaman listrik total yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut tanpa satu pun pemberitahuan resmi dari pihak PLN. Kemarahan warga memuncak hingga mendesak Kepala PLN Bacan segera mencopot penanggung jawab PLN Botang Lomang yang dinilai lalai dan tidak profesional.
Sejumlah warga menuturkan, padamnya listrik sejak tiga hari terakhir bukan hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga melumpuhkan usaha kecil, mengganggu penyimpanan bahan makanan, dan merusak alat elektronik. Lebih parahnya, pihak PLN Botang Lomang sama sekali tidak memberi penjelasan, baik melalui pengumuman tertulis, media sosial, maupun informasi lapangan.
“Kami ini pelanggan resmi, bayar listrik setiap bulan, tapi diperlakukan seperti tidak punya hak. Tiga hari gelap tanpa kabar, ini pelecehan terhadap hak konsumen. Kalau Kepala PLN Bacan tidak tegas, maka sama saja membiarkan kelalaian ini terus terjadi,” tegas salah satu warga, yang meminta agar pimpinan PLN segera turun tangan.
Kekecewaan warga semakin membara lantaran kejadian serupa disebut kerap berulang, terutama saat peralatan jaringan mengalami gangguan. Namun, perbaikan selalu terkesan lambat, dan komunikasi PLN kepada warga nyaris tidak pernah ada.
Warga menilai, penanggung jawab PLN Botang Lomang sudah tidak layak memimpin pelayanan di wilayah tersebut. Mereka mendesak agar Kepala PLN Bacan mengambil langkah tegas dengan mencopot dan mengganti pejabat yang dinilai gagal memberikan pelayanan prima.
“Kalau PLN mau dipercaya, mulai dari atasannya harus berani memecat yang lalai. Kalau tidak, kami siap menggelar aksi di kantor PLN,” ancam seorang tokoh pemuda setempat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Botang Lomang belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pemadaman listrik tiga hari tanpa pemberitahuan tersebut. Sementara, keresahan warga semakin meluas dan ancaman aksi protes terbuka di depan mata.(Tim.red.
